Diary Ponik #5: Master Pulang!

Sudah lewat seminggu sih.

Selasa lalu, Master akhirnya pulang. Setelah menjadi bagian dari masyarakat Gili Meno dan Pasir Putih, Pemenang, selama kurang lebih 8 bulan, Master pulang dengan label “cuti dua bulan”. Lumayan lah, buat bantuin Ponik dan si Anak Magang di kebun wkwkw.

Kepulangan Master, tentunya menjadi energi tersendiri untuk si Anak Magang. Serentetan pertanyaan langsung dilontarkan di hari pertama Master menginjakkan kaki kembali di Pekanbaru. Besoknya, langsung pada semangat kelilingin kebun. Master melihat perkembangan kebun yang udah hampir berubah total. Sementara si Anak Magang dengan bangganya memperlihatkan hasil kerjanya kurang lebih 8 bulan juga.

Si Anak Magang juga langsung menyeret Master ke kebunnya “anak Pekanbaru”. Memperlihatkan kebun lain yang ingin diurusnya–tapi ga kesampaian karena sibuk ngurus kebunnya Ponik. Hwahaha. Langsung aja pulang dari kebunnya #pkuberkebun, Master dan si Anak Magang dipenuhi rencana-rencana. Tapi yaah.. seperti biasa. Buyar seiring kesibukan mereka di rumah dan di kebun. Heuheu.. Ponik mah udah hapal!

Seminggu berlalu, si Anak Magang seperti mendapat hari cuti. Beberapa hari, Ponik ga melihat si Anak Magang di kebun. Dia sibuk ngurusin rumah. Masak. Beresin yang mesti diberesin. Tapi keselnya, seringnya Ponik menemukan dia lagi terkapar di atas kasur! Ih! Kebiasaan lamanya kembali kan. Grr..

Tapi hari ini, hari ketujuh Master di rumah, si Anak Magang kembali ke kebun, pagi dan sore. Mungkin karena lusa sudah masuk Ramadan sementara sederet pekerjaan kebun masih banyak yang belum selesai. Baguslah, si Anak Magang sadar sebelum pecah perang dunia pertanian. 😂

Master pulang membawa banyak cerita dan tentunya semangat baru. Mulai dari ketertarikan teman-teman di Gili Meno dan Pemenang, Lombok, NTB, soal postingan-postingan Ponik di Instagram, yang menjadikan postingan Ponik sebagai acuan. Tentunya si Anak Magang senang banget karena ini. Kerja sama tim kami berhasil memberi semangat teman-teman nun jauh di sana untuk tetap membagikan apa aja yang terjadi di kebun rumah masing-masing, dengan penceritaan yang menarik. Hihihii. Selain itu, Ponik dengar ada rencana melempar si Anak Magang kemana-mana juga. Nah, yang ini jelas bikin dia ciut. Tapi Ponik harus terus menyemangati si Anak Magang. Supaya besok-besok bisa main di kebun Ponik dengan lebih giat karena semakin banyak pengalaman. Pokoknya, Master pulang itu seperti badai. Badai semangat, badai yang kadang bikin gentar juga, badai bikin ciut, tapi badai bikin penasaran juga.

Intinya, Ponik senang Master pulang. Jadinya si Anak Magang ga punya alasan untuk cemberut lagi di kebun karena udah ada yang bantuin. Hwahahah. 😝😝***

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s