BPN30DayChallenge #9: Belajar dari Sini

Mereka adalah orang-orang yang mengingatkanku pada blogku sendiri. Mereka yang mendorongku, melalui tulisan mereka, untuk berbuat sesuatu. Mereka adalah orang-orang yang mengajarkanku banyak hal, tanpa memaksa, tanpa kuminta. Mereka orang-orang baik yang senang berbagi, pantang menyerah, dan selalu belajar.

Aku sudah terlalu sering menyebut “abang dan kakakku”. Rasanya terlalu narsis jika aku menyebut mereka dalam daftar 5 blogger favorit. Bisa disebut sister-complex juga tidak ya? Hmm..

Jadi, aku mencari lima nama di luar dua nama itu. Sejujurnya aku tidak punya banyak blogger favorit karena aku termasuk yang jarang pergi jalan-jalan, baik di dunia nyata maupun di dunia blogging. Jadi sempat kesulitan juga memilihnya. Dan ini adalah hasil kerja keras sedari pagi memikir dan mencari-cari.

Lima blogger yang menjadi panutanku,

  • Kak Sundea (Salamatahari.com) adalah alasan aku mengaktifkan kembali blogger-ku pada 2013. Dan selalu menjadi alasan aku kembali mengotak-atik kedua blogku (Tawalife dan Tawaluminous), setiap kali aku meninggalkan mereka terlalu lama. Aku mengenal situs ini dari abangku. Suatu hari abangku itu menandaiku dalam sebuah postingan di facebook, yang menyelipkan tautan situs Salamatahari. Waktu itu aktu tidak langsung meluncur ke laman yang dimaksud abangku, karena aku terlalu “bodo amat” dan malas membaca. Setahun kemudian, aku diingatkan kembali oleh facebook tentang postingan itu dan aku pun mencoba menelusuri setiap sisi rumah Kak Sundea. Dan aku menyesal tidak melakukannya lebih awal. Banyak harta karun di dalamnya.

Aku suka bagaimana Kak Dea memvisualisasikan sesuatu. Menceritakan hal-hal remeh, tapi berkesan. Yang paling kuingat adalah tulisan tentang kecoa dan tulisan tentang pemberian nama pada benda-benda di sekitar Kak Dea. Aku suka, bagaimana Kak Dea memperlakukan sesuatu (dan seseorang). Aku suka semangat yang terpancar dari tulisannya. Dan aku suka kekonsistenan Kak Dea dalam dunia literasi dan jurnalistik.

Untuk blognya sendiri, sebenarnya aku lebih suka tampilan sebelum yang sekarang. Berupa zine-zine-an. Kita bisa menemukan beberapa tulisan dengan satu tema, dimasukkan dalam satu label yang diterbitkan setiap hari Kamis. Jadi akan ada banyak sekali label sesuai jumlah periodenya. Kalau tidak salah mencapai ratusan periode waktu itu. Membacanya seperti sedang membaca majalah. Alasan Kak Dea memilih menerbitkan tulisannya setiap hari Kamis juga membuatku kagum. Aku tidak pernah terpikirkan alasan seperti itu meski dari SD aku suka sekali hari Kamis (dan hari Rabu).

  • Aku mengenal Kak Pieta Dhamayanti (Pacarkecilku.com) saat ikut tantangan #30haribercerita di instagram. Sejak saat itu, aku mengikuti tulisan-tulisan Kak “Pacarakecilku” ini di media sosial yang satu itu. Beberapa waktu lalu, aku baru sadar kalau Kak Pieta juga menulis blog. Aku sempat lupa, tapi barusan teringat lagi. Hehee.

Aku suka bagaimana Kak Pieta melukiskan sesuatu melalui tulisan. Baik itu tulisan jusnalistiknya maupun tulisan naratif prosais-nya. Lembut dan halus. Membacanya membuatku terhanyut. Apa yang disampaikan Kak Pieta juga menarik minatku berhubung aku “suka” jalan-jalan tapi jarang bisa jalan-jalan. Hehee.

Tulisan-tulisan Kak Pieta tidak jauh dari unsur kebudayaan. Kupikir memang itu fokusnya. Travelling yang dilakukan Kak Pieta sepertinya bukan sekedar jalan-jalan dan foto sana-sini. Tapi juga sambil mengorek informasi terkait tradisi dan budaya masyarakat setempat, demi mengangkat kebudayaan nusantara yang maha kaya ini. Itu alasan lain aku suka membaca blognya

  • Kak Puty Puar (Puty’s Journal) adalah seorang penulis, ilustrator, dan motivator bagiku. Sama seperti Kak Pieta, aku mengenalnya dari instagram. Waktu itu aku sedang melihat-lihat komik strip di instagram dan salah satu karya Kak Puty muncul. Aku langsung jatuh cinta dengan karakter ilustrasinya, dan langsung mengikuti perjalanan karyanya di ig. Lalu aku sadar Kak Puty juga punya blog. Beberapa kali aku berselancar di sana, membaca beberapa tulisah keseharian, opini dan hal-hal remeh yang dibungkus dengan sangat apik sehingga sangat informatif.

  • Kak Siska Nirmala (#zerowasteadventure) juga biasa dipanggil Pieta. Tapi aku lebih sering menyapanya (di dm) dengan panggilan Teh Siska. Hal yang mempertemukanku dengan Teh Siska adalah keinginan kuat untuk belajar gaya hidup nol sampah. Yang paling menarik adalah karena Teh Siska “berhasil” melakukan petualangan nol sampahnya, sehingga ia mencatatnya dalam buku #zerowasteadventure-nya. Aku sendiri belum membaca buku itu, tapi saat membaca blog dan mengikuti instagramnya, aku bisa belajar banyak hal. Ada banyak tips dan trik mengurangi sampah dan pengolahan sampah organik. Ada banyak juga pengenalan benda-benda yang bisa menggantikan fungsi bungkus plastik, tas kresek, sabun, dan lain sebagainya. Tulisan-tulisan Teh Siska juga menyadarkanku bahwa zero waste lifestyle itu diperuntukkan bagi semua kalangan. Bukan hanya untuk orang berduit. Karena, gaya hidup yang satu ini justru sangat murah meriah, karena semuanya kembali pada alam, kembali pada hal paling dasar: kebutuhan.

  • Kak Atiit (astripujilestari.com) juga mengajarkanku tentang gaya hidup nol sampah. Tidak jauh beda dengan Teh Siska, blognya juga berisi tips dan trik pengurangan sampah, pemanfaatan bahan alami untuk kebutuhan sehari-hari, resep makanan dan cara persiapan bahan makanan (foodprep). Ada juga cerita tentang perjalanannya ke suatu tempat dan cerita keseharian. Intinya, untuk urusan zero waste lifestyle, aku berguru pada Kak Atiit dan Teh Siska ini. Blog dan instagram mereka menjadi referensi “terpercaya” bagiku pribadi. Hehee..

Ketertarikanku pada suatu blog atau blogger memang random, tidak berdasarkan sesuatu yang spesifik. Beberapa teman blogger yang ikut tantangan BPN ini juga menarik perhatianku. Ada beberapa nama yang tadi sempat kucatat. Tapi mengingat aku baru mengenal dan baru membaca blog mereka, rasanya kurang afdol kalau langsung menyebut blog itu favorit. Namun, tidak menutup kemungkinan suatu saat mereka masuk daftar blogger favoritku. Karena mereka sangat keren dan inspiratif! Membuatku semakin semangat meningkatkan mutu tulisan-tuisanku. 😀

Kalau kamu? Siapa blogger favoritmu?

-ast-
Pekanbaru, 28 November 2018

 

Iklan

6 Comments

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s