Ade. Saya mengartikannya Anak Desember karena memang saya kelahiran bulan Desember. Kalau kata kakak dan abang-abang saya, alasan diberi nama itu karena saya anak bungsu. Pernah juga Kakak bercerita awalnya saya diberi nama Desy yang memang berarti anak Desember. Namun, karena Papa tidak menyukainya, nama itupun diganti dengan Ade.  

Surya. Hmm… Saya tidak begitu tahu sejarahnya. Mungkin sudah pernah diceritakan dan saya lupa (?). Yang saya tahu, adik bungsu Papa juga bernama Surya. Mungkin karena itu Opa, kakek saya dari pihak Papa, memberi saya nama tersebut. Ini hanya analisa saya sendiri. Hehee. Artinya? Sang Surya: Matahari. Mungkin ketika saya lahir, wajah saya bercahaya seperti Matahari kali ya? Hehee… Atau kehadiran saya menyinari hati  Mama, Papa dan keluarga saya seperti halnya Matahari yang senantiasa menyinari Bumi. (PD cuy -_-).

Tawalapi. Nama yang dipilih mama beberapa hari sebelum kelahiran saya. Cerita dari beliau mengatakan bahwa saat itu beliau tetiba tertarik dengan nama “tawalapi“. Katanya unik. Artinya bisa: tawakal, anugerah. Berasal dari Ambon, salah satu marga disana. Tawalapi adalah bagian nama yang dulu paling saya benci. Karena aneh dan selalu menjadi bahan olok-olokan teman. Saya pernah mendapat julukan ‘kapal api’, ‘tawalatuik’, bahkan lelucon seperti ini, “Cobolah galak-galak, den lacuik beko (Coba saja tertawa, saya pukul nanti).” Lelucon itu berasal dari penggalan kata ‘tawa’ yang dalam bahasa Minang berarti ‘galak’, sedangkan penggalan kata ‘lapi’ diplesetkan menjadi ‘lacuik’ yang berarti ‘pukul’ dalam bahasa Indonesia. Tapi perlahan saya merasa bangga dengan nama ini. Karena ternyata tidak banyak yang tahu. Pemikiran bahwa nama ini aneh karena ‘terdengar asing’ bagi orang-orang barat Indonesia berubah menjadi keren dan langka, tidak pasaran, anti-mainstream. Hehe.

Rangkaian nama ini sah menjadi nama saya pada tanggal 9 Desember 1992. Beberapa waktu setelah kelahiran saya, Papa segera mengurus akte kelahirannya. 😀 Saya pun sah menjadi anak ‘legal’ dan diakui hukum negara. Menjadi bagian dari keluarga kecil nan bahagia :’)

 Saya asli keturunan Minang, hanya saja lahir dan besar di tanah Melayu, Riau. Tepatnya di Pekanbaru. Ayah dan Ibu saya sama-sama orang Minang Pariaman. Maka dari itu kepada semua orang saya mengaku ‘asli’ Minang. Tetapi ternyata teman saya yang terlahir di ranah Minang menyangkal bahwa saya bukan urang awak asli karena tidak lahir di ranah Minang. Hahaa…  -.-“

Yang perlu digarisbawahi adalah saya seorang perempuan.

DSC00522

Banyak yang tertipu dengan nama yang sama sekali tidak mencerminkan kewanitaan ini. Jadi, khususnya buat para wanita jika membaca atau mendengar nama saya jangan mengambil kesimpulan sesuka hati ya kalau tidak mau kecewa. #eh >_<   (abaikan!)

Tidak banyak yang perlu diketahui dari saya. Selain sejarah nama, tanggal lahir dan jenis kelamin, serta suku (sesuatu yang tidak akan pernah berubah), saya hanya memiliki sedikit hal yang akan terus berubah sepanjang waktu masih bisa berjalan. Dulu, saya sempat berstatus siswi Taman Kanak-kanak, lalu setelah tangan kanan saya bisa menyentuh telinga kiri, saya pun diterima di Sekolah Dasar. Enam tahun melewati hari-hari yang ceria dan tanpa beban serta sempat memiliki dua status sekaligus, siswi SD dan MDA (Madrasah Diniyyah Awwaliyah) saya akhirnya harus memasuki masa-masa SMP yang dengan sendirinya mengajarkan saya bahwa hidup itu mau tidak mau pasti ada masalah. Mungkin dulu waktu SD saya juga mendapat banyak masalah, tapi saya tidak terlalu menggubrisnya. Yah, kalau kata Kakak, memang begitulah anak-anak, polos dan tidak peduli dengan masalah. Selagi bisa hidup untuk bersenang-senang, bermain, makan, dan tidur, mereka merasa sudah mencapai kebahagiaan hidup abadi. Lalu perjuangan tiga tahun di SMP pun membuahkan hasil saya sukses masuk SMA bergengsi di kota saya.

Tahun 2011 saya berhasil melewati masa-masa ‘indah’ SMA. Akhirnya saya bisa menghirup udara segar, pergi belajar tanpa harus mengenakan seragam, dan tinggal jauh dari orang tua. Saatnya mengepakkan sayap dan terbang tinggi. Jauh… jauh… jauh…! Di sinilah saya sekarang. Februari 2013, menginjakkan kaki di semester 4. Menata keberanian untuk lepas dari zona nyaman dan aman. Menantang angin, badai kalau perlu. Untuk menemukan kekuatan, untuk menemukan cara bertahan hidup 🙂

Rasanya itu saja uraian tentang pemilik ‘rumah’ ini. Lebih lanjutnya kamu akan tahu sendiri, setelah mengenal saya lebih jauh.

Sekian, dan Terimakasih sudah membaca. Sampai jumpa 😀

 

– Ade Surya Tawalapi –
01 Februari 2013

24 pemikiran pada “Ade Surya Tawalapi

    1. Hai Sri Wahyuni Fatmawati P yang tulisan2nya minta banget diacak2 lagi hahha xD
      terimakasih sudah berkunjung balik. Rupanya kita berada di pulau yang sama :” Tapi saya di Pekanbaru 😀
      Mari berkawan! 😀

      Disukai oleh 1 orang

          1. wah maluku! pengen banget loh bisa main ke sana.. Dulu ada teman yg kerja di Gebe, dan liat fotonya itu bikin iri 😥 hahaha
            kalau saya skrg menetap di Pekanbaru hehe 😀

            Suka

          2. sekrng di bandung,
            mampir ke maluku klu ada kesmpatan, ga bakal nyesal hahah
            ohhh di tanah melayu iyaa”

            Suka

          3. uh pasti itu, mah! dari kecil cuma main di barat Indonesia, meskipun belum menjelajahi sih, tapi mauuuuuu banget ke timur Indonesia :’)) Haaha
            yaps, tanah melayu 😀

            Disukai oleh 1 orang

  1. Serius, saya mau bales dan ragu mau manggil mas/mbak… soal sewaktu baca tulisannya kaya tulisan cewe, eh pas liaat namanyaaaa…. becanda mbak 😀

    Cuma yang terpenting bagaimana filosofi nama tersebut muncul, dan tada muncullah Ade 🙂

    Salam kenal, mungkin saya pernah singgah atau nggak sebelumnya (gak sering update sih :D)..

    Satu lagi, catet, saya asli orang Minang :d

    Suka

    1. wkwkkw.. udah biasa sih~ :p
      Yeay! Nemu satu lagi urang awak!! hahhaa >_<

      Iya, saya paling senang nanyain sejarah nama orang, atau ditanyain sejarah nama saya. Apalagi ngeliat mimik wajah orang yang bingung pas dengar nama “Tawalapi”, atau merhatiin ekspresi orang yang ‘rasanya pernah tau dan dengar nama itu ta[i dimana ya?’. Dan saya bakal respek banget sama orang yang TAHU dengan sendirinya asal nama dan makna nama TAWALAPI sebelum saya kasih tau. Hihiii.. #curcol
      Ya, salam kenal juga Mas Assa… Terimakasih sudah berkunjung 🙂

      Suka

      1. Udah biasa apa udah biasa buanget… :p
        Haha, tapi respeknya jangan berlebihan ya saat nanti kita ketemuan, saya pura2 ngomong, “eh Tawalapi… Rasanya saya pernah baca, di blog siapa, siapa yaa, siaapaa…” *stres + pingsan” 😀

        *cuma mau jujur, pas ngeliat alamat blognya “tawalife”, saya kira bakal ngebaca blog yg bisa bikin ngakak, soal ada kata tawa yg saya pikir diambil dari kata ketawa 😀 :D, ternyata memang tidak salah… 😀 😀 –> isi blognya singkron ama judul na. Walau sayanya salah interpretasi di awalnya 😀

        Suka

        1. Tadaaa~ saya muncul lagi hahaha pulang dari bertapa
          Siapa ya? Siapa? siapaaa?? Kamu siapaa?? O.o #plak

          hahaa.. maaf ya kalau nama blognya jadi PHP ._.
          isinya juga justru ga bikin ketawa sama sekali yak? curhatan semua wkwkwk >_<

          Disukai oleh 1 orang

  2. Subhanallah…
    Urang awak ruponyo 🙂 salam kenal ciek lu hehe
    Ade Surya Tawalapi namo nan paliang rancak tu mah…
    apo lai kalo bisuak ko jadi urang sucses, pasti kawan nan manggalaan tu jadi sagan surang je 😆
    ambo do’akan semoga Ade jadi urang sucses yang bisa jadi kebanggaan urang gaek 🙂
    Aamiiin…

    Suka

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s