Write Down

because we will find the next words to complete this story. just if we keep write and write it down. don't read it until it finish. coz' look back too often just make you wanna leave. though it is good, but it just sometimes. not all the time. so write it down, just write it…

Iklan

Sekeping Ingatan dan Sebongkah Percaya

Kita sudah sama-sama tahu ceritanya, kan? Perjalanan singkat--yang padat, kurasa--yang tidak sengaja harus kita lalui bersama. Kita jadi sama-sama tahu, rupanya yang seperti ini yang disebut takdir. Jadi mari kuputar kembali cerita yang sudah kita rekam bersama dalam kepingan hitam ingatan yang terus dan akan terus bertambah volumnya. Mendengarkan kembali suara-suara yang kita bunyikan berdua.…

Singing Sleep

Malam melelah, Sayang, Ia ingin cepat mengakhiri derita, nya dan mu. Karena memaksa masuk ke alam mimpi rupanya tak semudah mengukir malam dalam katakata. Tapi malam inginnya sama denganku Melihatmu terlelap, mencumbu sunyi dalam bingkai bunga tidurmu. Ya, Sayang.. Aku cuma ingin, Cuma ingin kau tertidur Aku cuma ingin kau terlelap Seperti malammalam, Sayang, Malammalam…

Tahan

REM! kunci aliran rasa yang tak henti keluarkan gelora jangan sampai ia habisi apaapa yang semestinya memadati hati jangan sampai dibuatnya kosong! SUMPAL! hambat celahcelah yang hembuskan embunembun sukacita halangi ia keluar agar tak tertinggal hanya duka hati butuh banyak rasa yang menyeimbangi langkah agar tak goyah! Agar Tak Jatuh Lalu Pecah! -ast- Rumah Kopi…

Gula dan Kopimu

Hari sudah berganti. Dini hari yang kau setubuhi, sudah tak beku lagi. Amarah mencairkan rasa yang didinginkan¬†fajar agar tak basi. Tapi kini ia pucat pasi. Ampas kopimu membusuk. Gulamu bahkan tak disentuh semut. Derai lukamu meneteskan muak. Memaki senja tempatmu berpijak. Tunggu habis waktunya. Pun menyesap kopi beserta serpihan cangkir kaca. Menelan berkubik-kubik gula. Berharap…

Alam Yang Sempurna

Tak ada lagi alam yang sempurna, Sayang. Ia hancur, meski tak seluruhnya.Ia masih memukau, meski tak seutuhnya. Ia menangis, saat kita tersenyum padanya. Ia bersinar, saat redupnya menyiksa jiwa. Indahnya, tercoreng sudah dimana-mana.   ¬† Tak ada lagi alam yang sempurna... Yang tinggal hanyalah hati yang mau menerima. -ast- Pku, 221016

Datar

Aku mencoba untuk mendatarkannya. tidak turun, tidak terlalu turun. tidak terlalu naik, tidak naik. Aku ingin semuanya biasa-biasa saja. karena yang tidak biasa akan tinggal kan yang luar biasa. berbisa. Aku berusaha datar. berusaha sabar. berusaha sadar. mencoba tegar. lapar. Haus juga. Haus naik-turun dada. gejolak yang tak biasa. sabar yang tercabik sangka Hei! Semua…

Jangan Ada Hari Ini

Saat burung-burung memutuskan untuk tidak lagi bernyanyi bersama angin dedaunan menolak untuk menari. Hujan masih setia, Sayang. Dirintikkannya derita yang kusimpan yang kau genggam. Karena merduku dikalahkan deru angin, burung marah! Salah daun yang acuhkan aku, Aku cemburu! Ranting berderik mencari perhatian Yang dapat justru tanah hitam yang basah dan rerumput yang mulai goyah. Dia…

Hujan Malam Ini

Ke sini sebentar, Sayang. Mendekat padaku. Biarkan aku melihat ke dalam bola matamu. Melihat apa yang benar-benar ingin kulihat: masa depan. Biarkan aku menemukan apa yang ingin kudapatkan: harapan. Biarkan aku menyimpan mimpi: memiliki tatapan itu hanya untukku. Selamanya. Sebentar saja, Sayang. Mendekatlah kemari. Biarkan aku merasakan detak jantungku saat menatapmu. Adakah gundah, adakah resah?…

Kata Maaf

Perihal ketidaktahuanmu soal perubahan hatiku. Hariku memburuk, kau tahu? Ada saja yang membuatku muak. Kesalku tak bisa terlampiaskan lepas. Hanya padamu semua bebas. Maka maafkan aku, bom waktu itu memilih meledak di hadapanmu. Di depanmu. Di antara kita. Perihal ketidaktahuanmu soal hal-hal yang memenuhi kepalaku. Ketika aku memilih membenci keadaan ini, Sayang. Seketika semakin banyak…

Soal

soal hal-hal kecil yang kau utarakan. atau bahkan sesuatu yang terlalu besar untuk kau pikul sendirian. soal keseharianmu. atau bahkan masa lalu yang masih membelenggu, meski kita tahu, kau sedang berusaha lepas. Kau ingin bebas. soal apa yang bersembunyi. atau bahkan yang dunia sadari. soal kata-katamu yang tercekat. atau bahkan yang tak bisa kau cegat.…

Malam Melelah

Ia lelah. karena terlalu banyak hal yang harus disaksikannya. melihat peristiwa-peristiwa. menyimpan rahasia-rahasia. Bahkan kepada deru angin. tak mampu ia berbisik, sepatah kata saja. berbagi rahasia. menyaksikan bersama-sama. Bahkan kepada embun pagi. tak ada pesan yang ia tinggalkan. sebelum pergi. sebelum lelahnya disambut mati. -ast- Pku, 041016

Kata-kata Itu Untukmu

Saat seujung jari cerita tentangmu yang hanya kutahu, Bercabang hingga kemana-mana, berbuah kata-kata pelipur lara. Bermodal canda yang mulai menghambar kata-kata mulai kugambar. Cara mendekatimu, yang kutahu menyentuh hatimu. Tapi itu hatimu di dunia khayal, dan kamu yang di dunia para peramal. Nyatanya, aku masih bertanya-tanya, adakah bisa nanti aku berkata? Saat matamu menuntut cinta.…