Rinai

Hujan turun malu-malu sedari sore. Meninggalkan lembap yang tak seberapa, diselip sembab yang tak tersisa. Pengap menjalar perlahan merontokkan kekokohan tengkorak kepala. Masih malu, tapi pelan ia menyelimuti malam dengan dinginnya yang kekal. Ada yang memintaku melupakan sesuatu yang tak bisa kuingat; karena aku tak pernah di antaranya. Tak melakoni apa-apa dalam cerita-cerita sejarah yang…

Membunuh Senja

Dan di sore itu kita menghabiskan senja. Memburu apa yang ia sembunyikan di balik tirai jingganya. Aku dengan amarah mencabikcabik senyummu. Kau dengan helaan napas panjang meraup habis tangisku. Kita ada di masalah sendiri. Aku larang kau ikut campur, tapi kau serahkan pundakmu untuk ku usapi luka. Kau mendiam agar aku tak merasuk, tapi aku…

Kotak Gemerlap

Di balik kotak gemerlap serangga-serangga itu menyatu. Menyetubuhi yang satu di atas yang lainnya. Cahaya mengedapngedip, membuyarkan pandang pada serangga-serangga telanjang. Di balik kotak gemerlap itu mereka bercumbu. Mencari sensasi menolak depresi. Cahaya menyilau, menutup kusam di muka, tinggalkan rona kepuasan. Di balik kotak gemerlap serangga-serangga berlari ketakutan. Dari dunia yang tak mereka harapkan. Dari…

Lagu

Karena rupanya,  yang membuat dada ini nyeri, memang suara itu. Lalu diiringi suaramu. Diikuti cerita yang tersimpan di dalamnya, yang tanpa kalian sadari, terekam jelas bersama lagumu. Karena rupanya, memang soal kalian. Kalian seutuhnya, dengan segala imajinasi yang kalian ukir di ruang depan rumah kayu itu. -ast- Pku, 251116  

Smiling Face

She remember everything, every parts and every details. All of those are sweet memories,  Sure, It's true, 'coz you can see the smile on her face. She just remember how funny he was, and how cute his smile. She just remember how sweet it was, though it just for a while. She just remember how…

Write Down

because we will find the next words to complete this story. just if we keep write and write it down. don't read it until it finish. coz' look back too often just make you wanna leave. though it is good, but it just sometimes. not all the time. so write it down, just write it…

Sekeping Ingatan dan Sebongkah Percaya

Kita sudah sama-sama tahu ceritanya, kan? Perjalanan singkat--yang padat, kurasa--yang tidak sengaja harus kita lalui bersama. Kita jadi sama-sama tahu, rupanya yang seperti ini yang disebut takdir. Jadi mari kuputar kembali cerita yang sudah kita rekam bersama dalam kepingan hitam ingatan yang terus dan akan terus bertambah volumnya. Mendengarkan kembali suara-suara yang kita bunyikan berdua.…

Singing Sleep

Malam melelah, Sayang, Ia ingin cepat mengakhiri derita, nya dan mu. Karena memaksa masuk ke alam mimpi rupanya tak semudah mengukir malam dalam katakata. Tapi malam inginnya sama denganku Melihatmu terlelap, mencumbu sunyi dalam bingkai bunga tidurmu. Ya, Sayang.. Aku cuma ingin, Cuma ingin kau tertidur Aku cuma ingin kau terlelap Seperti malammalam, Sayang, Malammalam…

Tahan

REM! kunci aliran rasa yang tak henti keluarkan gelora jangan sampai ia habisi apaapa yang semestinya memadati hati jangan sampai dibuatnya kosong! SUMPAL! hambat celahcelah yang hembuskan embunembun sukacita halangi ia keluar agar tak tertinggal hanya duka hati butuh banyak rasa yang menyeimbangi langkah agar tak goyah! Agar Tak Jatuh Lalu Pecah! -ast- Rumah Kopi…

Gula dan Kopimu

Hari sudah berganti. Dini hari yang kau setubuhi, sudah tak beku lagi. Amarah mencairkan rasa yang didinginkan fajar agar tak basi. Tapi kini ia pucat pasi. Ampas kopimu membusuk. Gulamu bahkan tak disentuh semut. Derai lukamu meneteskan muak. Memaki senja tempatmu berpijak. Tunggu habis waktunya. Pun menyesap kopi beserta serpihan cangkir kaca. Menelan berkubik-kubik gula. Berharap…

Alam Yang Sempurna

Tak ada lagi alam yang sempurna, Sayang. Ia hancur, meski tak seluruhnya.Ia masih memukau, meski tak seutuhnya. Ia menangis, saat kita tersenyum padanya. Ia bersinar, saat redupnya menyiksa jiwa. Indahnya, tercoreng sudah dimana-mana.     Tak ada lagi alam yang sempurna... Yang tinggal hanyalah hati yang mau menerima. -ast- Pku, 221016

Datar

Aku mencoba untuk mendatarkannya. tidak turun, tidak terlalu turun. tidak terlalu naik, tidak naik. Aku ingin semuanya biasa-biasa saja. karena yang tidak biasa akan tinggal kan yang luar biasa. berbisa. Aku berusaha datar. berusaha sabar. berusaha sadar. mencoba tegar. lapar. Haus juga. Haus naik-turun dada. gejolak yang tak biasa. sabar yang tercabik sangka Hei! Semua…

Jangan Ada Hari Ini

Saat burung-burung memutuskan untuk tidak lagi bernyanyi bersama angin dedaunan menolak untuk menari. Hujan masih setia, Sayang. Dirintikkannya derita yang kusimpan yang kau genggam. Karena merduku dikalahkan deru angin, burung marah! Salah daun yang acuhkan aku, Aku cemburu! Ranting berderik mencari perhatian Yang dapat justru tanah hitam yang basah dan rerumput yang mulai goyah. Dia…