Membunuh Senja

Dan di sore itu kita menghabiskan senja. Memburu apa yang ia sembunyikan di balik tirai jingganya. Aku dengan amarah mencabikcabik senyummu. Kau dengan helaan napas panjang meraup habis tangisku. Kita ada di masalah sendiri. Aku larang kau ikut campur, tapi kau serahkan pundakmu untuk ku usapi luka. Kau mendiam agar aku tak merasuk, tapi aku…

Sekeping Ingatan dan Sebongkah Percaya

Kita sudah sama-sama tahu ceritanya, kan? Perjalanan singkat--yang padat, kurasa--yang tidak sengaja harus kita lalui bersama. Kita jadi sama-sama tahu, rupanya yang seperti ini yang disebut takdir. Jadi mari kuputar kembali cerita yang sudah kita rekam bersama dalam kepingan hitam ingatan yang terus dan akan terus bertambah volumnya. Mendengarkan kembali suara-suara yang kita bunyikan berdua.…

Singing Sleep

Malam melelah, Sayang, Ia ingin cepat mengakhiri derita, nya dan mu. Karena memaksa masuk ke alam mimpi rupanya tak semudah mengukir malam dalam katakata. Tapi malam inginnya sama denganku Melihatmu terlelap, mencumbu sunyi dalam bingkai bunga tidurmu. Ya, Sayang.. Aku cuma ingin, Cuma ingin kau tertidur Aku cuma ingin kau terlelap Seperti malammalam, Sayang, Malammalam…

Jangan Ada Hari Ini

Saat burung-burung memutuskan untuk tidak lagi bernyanyi bersama angin dedaunan menolak untuk menari. Hujan masih setia, Sayang. Dirintikkannya derita yang kusimpan yang kau genggam. Karena merduku dikalahkan deru angin, burung marah! Salah daun yang acuhkan aku, Aku cemburu! Ranting berderik mencari perhatian Yang dapat justru tanah hitam yang basah dan rerumput yang mulai goyah. Dia…

Hujan Malam Ini

Ke sini sebentar, Sayang. Mendekat padaku. Biarkan aku melihat ke dalam bola matamu. Melihat apa yang benar-benar ingin kulihat: masa depan. Biarkan aku menemukan apa yang ingin kudapatkan: harapan. Biarkan aku menyimpan mimpi: memiliki tatapan itu hanya untukku. Selamanya. Sebentar saja, Sayang. Mendekatlah kemari. Biarkan aku merasakan detak jantungku saat menatapmu. Adakah gundah, adakah resah?…

Kata Maaf

Perihal ketidaktahuanmu soal perubahan hatiku. Hariku memburuk, kau tahu? Ada saja yang membuatku muak. Kesalku tak bisa terlampiaskan lepas. Hanya padamu semua bebas. Maka maafkan aku, bom waktu itu memilih meledak di hadapanmu. Di depanmu. Di antara kita. Perihal ketidaktahuanmu soal hal-hal yang memenuhi kepalaku. Ketika aku memilih membenci keadaan ini, Sayang. Seketika semakin banyak…

Soal

soal hal-hal kecil yang kau utarakan. atau bahkan sesuatu yang terlalu besar untuk kau pikul sendirian. soal keseharianmu. atau bahkan masa lalu yang masih membelenggu, meski kita tahu, kau sedang berusaha lepas. Kau ingin bebas. soal apa yang bersembunyi. atau bahkan yang dunia sadari. soal kata-katamu yang tercekat. atau bahkan yang tak bisa kau cegat.…

Kata-kata Itu Untukmu

Saat seujung jari cerita tentangmu yang hanya kutahu, Bercabang hingga kemana-mana, berbuah kata-kata pelipur lara. Bermodal canda yang mulai menghambar kata-kata mulai kugambar. Cara mendekatimu, yang kutahu menyentuh hatimu. Tapi itu hatimu di dunia khayal, dan kamu yang di dunia para peramal. Nyatanya, aku masih bertanya-tanya, adakah bisa nanti aku berkata? Saat matamu menuntut cinta.…

Kepada Yang Tercinta

Ada yang tak pernah terjangkau: soal keindahan. Soal apa yang ingin kurapal kembali dalam rangkaian kata-kata yang ramai. Tapi semua ada di angan, Sayang. Sudut ingatan yang tak seutuhnya bisa kugapai. Bagian terpenting yang sudah miliki dunianya sendiri. Meski semua kata dari semua bahasa di dunia kukumpulkan, ia takkan bisa kuceritakan utuh seperti saat ia…

Telak!

Aku lupa diri. dan lupa itu kau! Sombongnya ku menantang. rupanya kau menang. Bahkan aku menolak mendengar angin berbisik. Sesombong itu aku. merasa bisa merasa sanggup hadapi kau seorang diri Rupa Semesta berpihak padamu. Dan angin pilih peluk dirimu. tinggalkan dingin padaku bersama gelap dan hening dini hari. Kemana kau? Berjam-jam habis begitu saja. dan…

Bagaimana Kalau Sekali Ini Mereka Yang Berbalik?

Aku ingin kau mengingat-ingat sekali lagi. Soal mata mata yang kuceritakan dulu. Mereka yang menemukan subjeknya, tapi hanyut dalam objeknya. Sekarang aku ingin kau pahami. Soal tubuh tubuh yang terhempas sepi. Mereka menuntut hati yang lari. Sementara mereka sendiri dikejar mati. Aku ada di antara mata-mata itu. Pun di antara tubuh-tubuh merapuh itu. Biarkan kusampaikan…

“The First”

Maybe, he is not "the only one", but I wish he knew he was " the first". The first cat I kissed, then kissed and huged me back. The first cat took a bath with me. The first cat slept with me. The first cat slept on my mother's bed. The first cat had so…

Tunggu Dulu, Anne!

Mengkosongkan pikiran itu rupanya tak semudah mengosongkan hati. Ya, kau bisa saja mengosongkan hatimu dengan membunuhnya. Mengganggap segala hal tak penting. Membiarkan mereka berlalu tanpa menaruh simpati. Empati kau bunuh! Tapi tidak dengan mengosongkan pikiran. Sebesar apa ketidakpedulianmu, kau pasti akan mengingatnya.┬áBerbeda cerita kalau kau memutuskan untuk membenturkan kepala batu itu, sampai kau bahkan tak…