Rinai

Hujan turun malu-malu sedari sore. Meninggalkan lembap yang tak seberapa, diselip sembab yang tak tersisa. Pengap menjalar perlahan merontokkan kekokohan tengkorak kepala. Masih malu, tapi pelan ia menyelimuti malam dengan dinginnya yang kekal. Ada yang memintaku melupakan sesuatu yang tak bisa kuingat; karena aku tak pernah di antaranya. Tak melakoni apa-apa dalam cerita-cerita sejarah yang…

Kadang, kecemasanmu yang berlebihan itu, justru menjadi alarm untukku agar lebih berhati-hati menjaga hatimu dan hatiku. -ast- Pku, 080217

Menahan semuanya itu. termasuk menahan godaan main laptop seharian. Baguslah, hari ini kau bisa keluar dari layar panas yang nyala semalaman. -ast- Pku, 060217

"Kau tau, menjadi orang apatis di mataku lebih baik, daripada menjadi aktivis yang berlindung di balik alasan 'kami sibuk!' dari apa yang sudah dipilihnya sendiri. Hidup keapatisan! Yang bebas melangkah tanpa ada yang terbengkalai di belakangnya." -ast- Pku, 050217

Aku sering merangkai cerita-cerita yang intinya, "coba ga ada kamu?" Dan kamu tau apa hasilnya? Semua berawal duka, berakhir bahagia. Karena, ga akan ada "ga ada kamu"-nya. #eaa #blush#gombalattack -ast- Pku, 040217

Tapi tak jarang, ia datang karena trauma masa lalu. -ast- Pku, 030117

Hawa buruk kadang kita sendiri yang ciptakan. -ast- Pku, 020217

Dia marah. Sama sepertimu. Dengan marah yang berbeda, merengkuh ketakberdayaanku. -ast- Pku, 010217

Teruji jarak terbatas gerak. Masih kah ada waktu ucapkan salam? -ast- Pku, 310117

Kita terapkan prinsip, "langkah kaki kanan, disusul kiri." Sekali pergi, jangan pernah kembali. -ast- pku, 300117

Jangan tanya. Karena yang tersisa hanya waktu. Dan ingin kuserahkan seutuhnya padamu -ast- PKu, 280117

Dimulai duluan. Pokoknya mulai duluan seperti tidur yang tak pernah mau diakhiri. #apasih -ast- Pku, 270117

Kita butuh kertas, agar tak terlupa bahkan sampai sekecil apa pun kata. Tapi tetap butuh suara, agar tak salah mengartikan nada. -ast- Pku, 260117