Kita Tak Berhak Untuk Marah Sebab Kita Masih Belum Belajar

Kita mencarinya semalaman. Ditambah seharian. Bahkan di alam mimpi kita mengorek-ngorek setiap sudut yang kita rasa menjadi tempat persembunyiannya. Bodoh! Padahal kita tahu, mimpi itu datang dari siapa. Kita tahu, penyebab kita bermimpi itu apa. Dan itu artinya, dia mendominasi pikiran kita melebih hak-Nya. Astaghfirullaah! Istighfar! Bukankah begitu pesannya? Mengapa rasanya sekarang tidak mempan? Apa … Lanjutkan membaca Kita Tak Berhak Untuk Marah Sebab Kita Masih Belum Belajar

Pesan

Pesannya waktu itu, “Istighfar. Coba tarik napas, hembuskan sambil istighfar. Tenangin diri dulu, yuk.“ Jadi, coba kali ini kita istighfar. Barangkali, kita memang terlalu mendekapnya kuat sampai-sampai kita lalai untuk berdoa padahal kita sudah tahu hanya doa kepada-Nya yang bisa menyampaikan pesan rindu kita padanya. Pesannya di lain waktu, “Tetaplah hidup. Jangan aneh-aneh lagi.“ Maka, … Lanjutkan membaca Pesan

Sayonara

Tidak apa-apa, kalau kita masih mau menangis. Air mata diciptakan memang untuk dikeluarkan, bukan dibiarkan jatuh ke dalam. Jadi, menangislah sepuasnya. Hanya saja, sambil menangis, bersihkan apa yang ada di dalam sana, yang tak terjangkau mata dan kata. Yang hanya bisa dibersihkan oleh air mata taubat dan dzikir yang panjang. Tidak apa-apa, kalau kita masih … Lanjutkan membaca Sayonara

Petasan & Perihal Maaf

2021 sudah tiba di penghujungnya. Kata orang-orang, tahun ini berlalu begitu cepat. Tiba-tiba saja pintu 2022 sudah di depan mata. Tapi kita, selalu merasa tahun ini benar-benar penuh sehingga jalannya menjadi lebih pelan dari tahun-tahun sebelumnya. Semoga ini tanda keberkahan. Semoga ini tanda bahwa kita bertumbuh dan kita sadar kita tumbuh. 2021 Tidak satu pun … Lanjutkan membaca Petasan & Perihal Maaf

Jeda

Kesampingkan dulu alasan bahwa kita melakukan ini sebagai penyemangat; penyemangat diri sendiri, pun mereka. Tarik keluar alasan utamanya saja. Bukan! Kita tahu bukan Lillaah. Jujurlah. Akuilah. Kita butuh jeda. Untuk menata sekali lagi apa-apa yang berantakan sebab guncangan; akibat kita terlalu sering melompat ke sana kemari. Kita butuh jeda. Bahkan sekadar untuk menarik napas dan … Lanjutkan membaca Jeda

Perhatian

Jadi,Di umurseginikitamasihcariperhatianataumasihbutuhperhatian? Karenakalaumemberiperhatiankitasudahterlaluahli. tapikalau punmencari,bukankahsudahkitadapatkan? kalau punbutuh,bukankahsudahterpenuhi? Allahtak pernahsedetik punlengah. Perhatian-Nyamelebihikeahlian kitadalammemberiperhatian. LantasDi umurseginiperhatianapalagiyang kitacari? -ast-5 Jumadil Ula 1443 H

Cinta Berdiri Sebelah Kaki

Cinta bertepuk sebelah tangan? Itu biasa. Apalagi kalau cinta itu kita tujukan kepada manusia. Kita tahu, kecewa menanti di ujung perjalanan, kalau kita tidak segera menyadari bahwa Rabb harus selalu diikutsertakan. Tapi kalau cinta berdiri sebelah kaki? Sebenarnya ini juga hal yang biasa. Konsepnya sama. Selama itu soal manusia, dan kita mencoret Rabb dalam kamus … Lanjutkan membaca Cinta Berdiri Sebelah Kaki

Bersepakat

Ayo kita bersepakat, bahwa kita mengizinkan orang-orang untuk tidak mengapresiasi kita. Sebab barangkali, dengan penolakan itu kita bisa belajar sekali lagi apa dan bagaimana caranya sabar dan ikhlas. Dengan orang-orang menolak untuk mengapresiasi kita, bahkan mungkin justru menghakimi kita, kita akan belajar untuk menutup telinga terhadap manusia, menutup mata terhadap manusia, dan menutup harap kepada … Lanjutkan membaca Bersepakat

25 November

Mari sekali lagi kita belajar berhenti; karena kita sudah terlalu sering berlari. Mari berhenti menyimpan amarah kepada para guru; yang selalu kita salahkan atas ketidakkuasaan mereka membaca kata-kata yang enggan kita ucapkan. Berhentilah menyalahkan mereka atas ketidaktahuan mereka. Mari berhenti menyimpan benci kepada diri sendiri; yang selalu kita salahkan atas kegagalan menjadi murid yang baik, … Lanjutkan membaca 25 November

Tidak Ikhlas?

Anak-anak tahu apa soal ketidakikhlasan?Yang mereka tahu, kalau itu menyenangkan, mereka akan melakukannya dari hati. Tanpa pamrih.Kitalah yang mengajari mereka untuk tidak ikhlas!Mengiming-imingi mereka sesuatu, agar mereka menuruti keinginan kita; agar mereka mudah diatur, agar mereka “tidak menyusahkan kita”. Anak-anak tahu apa soal ketidakikhlasan?Yang mereka tahu, kalau orang itu menyenangkan, mereka akan mendekat dengan sendirinya. … Lanjutkan membaca Tidak Ikhlas?