Featured

Ini Tentang Kita, pt II

Ruang-ruang kosong yang kita telusuri di setiap kita meluangkan waktu ini, tak selalu perlu kita isi. Biarkan kosong sebagaimana mestinya. Biarkan dia menjadi tempat mengalirnya udara; tempat mereka saling datang dan pergi, bertukar tugas menenangkan kita. Juga ruang-ruang penuh yang kita singgahi di setiap waktu luang kita ini, tak selalu perlu kita rapikan. Biarkan penuh…Lainnya

Dalil

Suatu hari, kita pernah ditegur, De. Sebab memakai dalil di saat emosi sedang bergejolak. Kita, “menghardik” orang lain dengan dalil. Menyalahkan mereka atas sesuatu di luar kendali kita. Kita katai mereka, melalui dalil itu, sebagai orang yang dibenci Allah, karena menolak mendengar nasihat. Padahal kitalah yang lalai saat memberikan nasihat. Kita katai mereka, melalui dalil…Lainnya

Berbagi

Perihal berbagi, itu tentang sesuatu yang kita miliki.Kalau tidak kita miliki, mana bisa dibagi? Barangkali itu sebabnya kita tidak bisa berbagi cinta dan kasih; kita tak punya untuk diri sendiriBarangkali itu sebabnya cemburu masih saja menguasai; kita merasa sudah memiliki Barangkali itu sebabnya ada cemas yang selalu menghantui;kita tahu kita tak punya apa-apa di dunia…Lainnya

Refleksi

Jadi, Gimana rasanya mengulang kesalahan yang sama dengan kesadaran penuh?Gimana rasanya menantang maksiat, dan menentang taat?Gimana rasanya berharap pada yang maha terbatas?Gimana rasanya caper pada yang maha lemah?Gimana rasanya mengabaikan bisikan hati kecil?Gimana rasanya menuruti ego yang didekap nafsu?Gimana rasanya mencari-cari pembenaran atas fakta yang sudah jelas menyimpang?Gimana rasanya berisik hanya untuk menutupi kekosongan hati?Gimana…Lainnya

Gimana Caranya, Kalau…?

Gimana caranya orang bisa belajar sabar, kalau kita yang menuntut mereka untuk sabar, ga sabaran? Gimana caranya orang bisa belajar ikhlas, kalau kita yang menyuruh mereka untuk ikhlas, masih pamrih? Gimana caranya orang bisa belajar santun, kalau kita yang meminta mereka untuk santun, malah berkata-kata kasar? Gimana caranya orang bisa belajar untuk tidak menyakiti, kalau…Lainnya

Perspektif

Basically, I did everything that would make him leave me and he did everything which made me stay with him. “One Spring Day“, Prapti Gupta, 2022 Mungkin kita melihat dia, saat pertama kali membacanya. Yah, begitulah manusia. Terbiasa mengedepankan nafsunya. Tapi, coba kita ganti beberapa bagiannya; Basically, we did everything that would make Him leave…Lainnya

Ini Tentang Kita, pt III

Karena, memang;masih;Ini tentang kita. Para pemuda, yang terus mencari tempatatau caraatau Rabb-nyademi membenahi diri. Anak-anak, yang belajar memahamimana keinginannyamana ketidakinginannyamana ingin Ilahi Rabbi. Kita, yang belajar untuk bertahanmeski harus bersusah payahmeredam letih dan amarahatau getir dan rasa ingin menyerah. Ini akan terus bicara tentang kita; Tentang mimpi yang semakin hari semakin membesarSementara jaraknya yang kian hari…Lainnya

Tentang Sebuah Perlakuan

Doa kita untuknya masih sama, kan, De? Pertanyaannya, apakah doa saja sudah cukup? Kapan kita akan mulai mengubah sikap menjadi lebih hangat dan kembut? Sementara dia butuh “orang dewasa” di usianya yang sekarang. Bukan nanti, bukan besok, bukan tahun-tahun yang akan datang. Apakah doa saja sudah cukup? Kapan kita akan mulai menutup ponsel setiap kali…Lainnya

Perihal Yang Sudah Kita Sepakati;

Karena kita belum cukup baik, De, untuk mendapat apresiasi, … kalau memang apresiasi manusia yang kita cari. Tapi bukankah waktu itu kita sudah bersepakat bahwa “kita mengizinkan orang-orang untuk tidak mengapresiasi kita. Sebab barangkali, dengan penolakan itu kita bisa belajar sekali lagi apa dan bagaimana caranya sabar dan ikhlas. Dengan orang-orang menolak untuk mengapresiasi kita,…Lainnya

Sah-sah Aja, Tapi…

Sah-sah aja, kalau kita mau mencintai mereka sepenuh hati, sepenuh jiwa, sepenuh langit dan bumi. Silakan, kalau kita mau mencintai mereka dengan menyerahkan dan mengerahkan apa-apa yang kita miliki, demi mereka. Tapi jangan sekali-kali berharap mereka membalas cinta kita itu dengan porsi dan kekuatan yang sama besarnya, apalagi yang lebih besar. Sebab kita bicara tentang…Lainnya

Perihal Rindu

Kita selalu menyangka bahwa rindu harus diutarakan. Bagi kita, mengucapkan kalimat, “Aku rindu,” sudah cukup melegakan. Terserah, yang mendengar itu adalah orang yang dirindukan atau bukan. Tidak penting, mereka sadar dirindukan atau tidak. Kita hanya butuh kelegaan, dan mengutarakannya sama seperti mengurangi beban di kepala. Seolah sedang mengeluarkan perintilan-perintilan tidak penting yang memenuhi ruang dada.…Lainnya

Hukuman Untuk Seorang Pengajar

Sepertinya ini hukuman untuk pengajar yang tidak bertanggung jawab. Kau masih ingat Mizan?Bagaimana dia menjadi murid pertama dan terakhir semasa kita belajar mandiri di negeri orang. Padahal posisinya kita pembelajar, tapi kita menolak sabar menghadapi pembelajar istimewa yang satu itu. Kita mundur, hanya karena kita tidak mengerti asyiknya belajar. Ternyata efeknya terasa sampai bertahun setelahnya.…Lainnya

Tentang Pesan-pesan Yang Serupa

Kita panik sampai marah malam itu, ketika pesan pertama itu mengetuk ponsel kita. Kita menangis sampai sesak. Marah entah kepada siapa. Pesan itu membuat kita ingin berteriak sekaligus bungkam. Kita takingin ada yang tahu isi pesanitu, bahkan tidak juga diri kita sendiri. Penutup malam yang pendek itu adalah beberapa ceramah yang terputar dengan sendirinya. Diawali…Lainnya